INFORMASI tentang KANKER

Sharing, Giving, Supporting

KANKER VAGINA

Posted by Wulan Ariyanti on February 1, 2009

Vagina adalah saluran yang berhubungan langsung dengan bagian terendah dari rahim, yaitu leher rahim. Dinding vagina yang dilapisi oleh epithelium yang terbentuk dari sel-sel skuamosa memiliki banyak lipatan yang membantu agar vagina tetap terbuka selama hubungan seksual atau proses persalinan berlangsung.

Kanker atau tumor ganas biasanya ditemukan di dalam saluran menuju leher rahim atau pada dinding vagina. Kanker ini tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi berkembang selama bertahun-tahun. Kanker yang muncul pada vagina akan menyebabkan kerusakan atau luka pada lapisan vagina yang bisa menimbulkan pendarahan dan infeksi.

FAKTOR RESIKO TIMBULNYA KANKER VAGINA

Penyebab kanker vagina belum diketahui secara pasti sampai saat ini. Namun faktor resiko sebagai pemicu timbulnya kanker pada alat reproduksi wanita ini antara lain sebagai berikut :

  1. Wanita berusia di atas 50 tahun atau menopause.
  2. Obat hormon untuk mencegah keguguran yang digunakan secara berlebihan dan dikonsumsi dalam jangka waktu lama, seperti DES (DiEtilStilbestrol).
  3. Wanita terkena infeksi HPV (Human Papiloma Virus), yaitu virus penyebab kutil kelamin yang ditularkan melalui hubungan seksual.
  4. Hubungan seksual dilakukan pada umur belasan tahun.
  5. Wanita suka beganti-ganti pasangan.
  6. Wanita terkena kanker leher rahim.
  7. Wanita mengalami iritasi pada vaginanya.
  8. Wanita perokok.

GEJALA KANKER VAGINA

Gejala kanker vagina relatif lebih mudah dideteksi dibandingkan dengan kanker rahim atau kanker indung telur. Beberapa gejala kanker vagina sebagai berikut :

  1. Keluar cairan encer dari vagina.
  2. Terjadi pendarahan melalui vagina.
  3. Timbul luka seperti koreng pada lapisan vagina dan menyebabkan pendarahan dan infeksi.
  4. Panggul terasa nyeri terus menerus.
  5. Terasa nyeri pada vagina saat melakukan hubungan seksual.
  6. Terasa nyeri pada vagina saat buang air kecil atau sembelit.
  7. Ada benjolan abnormal pada vagina.

PEMERIKSAAN SECARA DINI

Pemeriksaan yang biasa dilakukan antara lain pemeriksaan panggul untuk mendeteksi adanya benjolan yang abnormal. Selain itu dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa pemeriksaan dinding vagina dengan kaca pembesar (kolposkopi) atau pemeriksaan mikroskopik terhadap sample jaringan vagina (biopsy).

3 Responses to “KANKER VAGINA”

  1. nisa said

    hm… kalau dibawah usia 50 tahun bisa kena g?
    trus kalo sebelah dinding vagina lebih besar itu termasuk kanker bukan? tanpa ada gejala2 diatas. trims. ditunggu segera jawabannya. atau langsung ke email saya.

  2. anwar said

    woooooooow ,,
    ,, ngeriiii ,,
    ,
    ,
    , mncegah lebih baik dr pd mngobati ,

  3. Ria said

    Sy lgi Hamil 2bln tp sy keluar cairan di celana Dalam yg bau y tidak sedap bnyk keluar y.memang sy per ah sekali hubungan klr darah.gmn cara hilangin cairan yg bau padahal sy udh pkai boat yg d masukin d vagina tp sifat y sementara.tlng d Bantu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: