INFORMASI tentang KANKER

Sharing, Giving, Supporting

MIOMA

Posted by whoellan on February 2, 2009

Mioma pada rahim merupakan suatu tumor jinak, yang artinya benjolan tersebut mampu membesar namun tidak merusak jaringan disekitarnya seperti yang mampu dilakukan tumor ganas. Mioma pada rahim dapat menimbulkan gejala nyeri di perut bagian bawah, namun dapat pula tidak. Sayangnya, belum ada satu obatpun yang terbukti efektif untuk menghilangkan mioma.

Obat yang diharapkan dapat mengecilkan mioma masih dalam penelitian, dan efektifitasnya belum terbukti secara jelas.
Selain itu, angka kekambuhannya pun masih tinggi, terlebih lagi untuk mioma yang cukup besar (mengingat ukuran rahim umumnya, seperti buah peir/alpukat terbalik, hanya 7cm x 9cm x 5xm, jadi diameter 6 cm itu cukup besar).

Bila tidak menimbulkan gejala yang mengganggu, mioma boleh tidak dilakukan tindakan apapun. Apalagi bila pertumbuhannya relatif lambat dan usia pasien yang mendekati menopause (mioma dapat mengecil sendiri pasca menopause).
Namun bila menimbulkan gejala yang mengganggu, dokter akan menyarankan akan mioma tersebut diangkat. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya perburukan keadaan. Untuk mengambil keputusan untuk melakukan operasi atau tidak, perlu didiskusikan dengan baik dengan dokter yang akan melakukan operasi. Dengan pertimbangan usia dan besarnya mioma, dokter mungkin akan menyarankan pengangkatan seluruh rahim karena lebih aman dan memiliki angka keberhasilan yang lebih tinggi dibandingkan bila hanya mengangkat mioma saja.
Untuk fase-fase yang dialami, tidak ada yang spesifik. Secara perlahan namun pasti, mioma tersebut akan membesar. Pada sebagian kecil kasus, dapat terjadi perubahan sifat sehingga mengganggu dan dapat menimbulkan reaksi radang dalang rongga perut. Bila ukurannya sangat besar, mioma dapat menekan organ-organ disekitarnya seperti saluran kemih bagian dalam dan kandung kemih, yang kemudian menimbulkan gejala sering berkemih dan pada akhirnya akan menimbulkan bendungan pada ginjal (hidronefrosis). Setelah menopause, mioma akan mengecil dengan sendirinya.

Mengenai konsumsi makanan, belum ada penelitian yang menghubungkan antara pembesaran mioma dengan konsumsi makanan tertentu. Yang sudah terbukti melalui penelitian adalah bahwa pertumbuhan mioma dipengaruhi kadar hormon dalam tubuh.

Sedangkan mengenai buah merah papua, belum memiliki dasar ilmiah yang kuat sehingga dokter belum bisa memberikan rekomendasi apapun.

(SUMBER. http://www.mer-c.org , oleh. Dr. Ina Ariani Kirana)

One Response to “MIOMA”

  1. sam said

    kalau Noni gimana bu,…katanya bisa mengobati miumdan kangker lainnya ? trimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: